Sabtu, 28 Agustus 2010

MENGAKSES PARALLEL PORT MENGGUNAKAN VISUAL BASIC 6.0

Di dalam komputer terdapat beberapa alat komunikasi data yang telah disediakan, salah satunya adalah parallel port atau lebih dikenal dengan port printer. Di dalam port printer terbagi atas tiga bagian yang diberi nama sesuai dengan nama tugas-tugasnya dalam melaksanakan pencetakan pada printer. Tiga bagian yang telah disebutkan itu adalah data port, printer control, dan printer status. Data port digunakan untuk mengirimkan data yang harus dicetak oleh printer (perlu diingat bahwa data port tidak bisa dibuat sebagai penerima data, data port hanya bisa mengeluarkan data), printer control digunakan untuk mengirimkan kode-kode kontrol dari komputer ke printer, misalnya kode kontrol untuk menggulung kertas, sedangkan yang terakhir yaitu printer status digunakan untuk mengirimkan status printer ke komputer, misalnya untuk menginformasikan bahwa kertas telah habis. Dari ke-tiga bagian di atas masing-masingnya memerlukan tegangan sebesar 5 Volt.

Ke-tiga bagian port printer sebenarnya adalah port-port 8 bit, akan tetapi hanya data port yang benar-benar 8 bit, sedangkan port control dan port status hanya beberapa bit saja yang dipakai yang berarti hanya beberapa bit saja dari port-port ini yang dapat kita manfaatkan untuk keperluan interfacing. Port control adalah port yang bermode baca/tulis, port status hanya bermode baca, sedangkan data port bermode baca/tulis juga, akan tetapi, kemampuan ini hanya dimiliki oleh enhanced parallel port (EPP), sedangkan port parallel standar hanya mempunyai kemampuan tulis saja, walaupun kita memaksa untuk mencoba membaca data nilai yang dibaca akan selalu nilai terakhir dari nilai yang dituliskan. Pada EPP, pengaturan arah jalur data port dilakukan lewat bit 5 port control. Jika bit 5 port control bernilai 0, maka jalur data dwi-arah data port menjai output dari port parallel, sebaliknya jika bit 5 port control bernilai 1, maka jalur data dwi-arah data port menjadi input dari port parallel.

Port parallel DB25 ada yang dinamakan female dan male. Female adalah parallel port yang terdapat pada komputer, sedangkan male yang terdapat pada printer. Dalam tulisan ini penulis hanya menerangkan yang berjenis female saja. Selengkapnya, konfigurasi slot DB25 dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Keterangan gambar dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Nomor pin

Nama sinyal

Tugas

Register

Komplemen

1

-Strobe

In/Out

Control bit 0

Ya

2

+Data Bit 0

Out

Data bit 0


3

+Data Bit 1

Out

Data bit 1


4

+Data Bit 2

Out

Data bit 2


5

+Data Bit 3

Out

Data bit 3


6

+Data Bit 4

Out

Data bit 4


7

+Data Bit 5

Out

Data bit 5


8

+Data Bit 6

Out

Data bit 6


9

+Data Bit 7

Out

Data bit 7

Ya

10

-Acknowledge

In

Status bit 6


11

+Busy

In

Status bit 7


12

+Paper End

In

Status bit 5


13

+Select In

In

Status bit 4


14

-Auto Feed

In/Out

Control bit 1

Ya

15

-Error

In/

Status bit 5


16

-Initialize

In/Out

Control bit 2


17

-Select

In/Out

Control bit 3

Ya

18-25

Ground

Ground



Untuk dapat menggunakan port parallel, kita harus mengetahui alamatnya. Alamat LPT1 biasanya adalah 888 (378h) dan LPT2 biasanya 632 (278h). Setelah kita mengetahui alamat dari port parallel, maka kita dapat menentukan alamat data port, control port, dan status port. Alamat data port adalah alamat dari port parallel tersebut, alamat status port adalah hasil penaikan 1 angka dari data port, dan alamat control port adalah hasil penaikan 2 angka dari data port. Lebih jelasnya lihat tabel di bawah ini:

Nama port

Alamat register

LPT1 Data

378h / 888

LPT1 Status

379h / 889

LPT1 Control

37Ah / 890

Dari penjelasan di atas sekarang kita dapat membuat sebuah aplikasi yang dapat mengakses parallel port. Perlu diketahui bahwa visual basic tidak mempunyai kemampuan untuk mengakses hardware, untuk itu kita membutuhkan file dll yang dapat di download dari http://hdteam.net/site/download/inpout32.dll. File inpout32.dll mampu berjalan hanya pada sistem operasi windows 95 / 98 / Me, selain itu anda tidak dapat menggunakan file inpout32.dll.

Sebelum kita menggunakan fungsi-fungsi yang ada dalam file DLL ini, terlebih dahulu harus dideklarasikan ke dalam visual basic. Pendeklarasian pada module sebagai berikut:


Public Declare Function Inp Lib "inpout32.dll" _

Alias "Inp32" (ByVal PortAddress As Integer) As Integer

Public Declare Sub Out Lib "inpout32.dll" Alias "Out32" (ByVal PortAddress As Integer, ByVal Value As Integer)


Ada dua fungsi yang dideklarasikan yaitu Inp dan Out, fungsi Inp berguna untuk membaca nilai yang terdapat pada alamat port yang diinginkan, sedangkan fungsi Out digunakan untuk mengeluarkan nilai sebesar yang diinginkan pada port yang diinginkan. Anda dapat menggunakan baik satu atau ke-dua fungsi di atas secara bersamaan. Berikutnya anda dapat memanggil fungsi di atas dengan format:

Out (alamat port, nilai)

Variabel = Inp (alamat port)

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh penggalan program untuk menuliskan dan membaca nilai parallel port:

Private Sub Command1_Click()

Dim Nilai as Long

Out &H378, 1

Nilai = Inp(&H378)

MessegeBox Nilai

End Sub

Jika penggalan program diatas dijalankan, maka akan menampilkan kotak pesan “1”, karena kita telah menset hight pada port 378h, sebaliknya kita juga dapat menset port 378h menjadi low dengan mengeluarkan nilai sebesar 0 ke port 378h.




Daftar pustaka:

  1. Teori dan praktek interfacing port parallel dan port serial komputer dengan Visual Basic 6.0, ISBN : 979-731-384-0, Penerbit Andi.
  2. http://lvr.com
  3. http://planet-source-code.com

Kamis, 26 Agustus 2010

SISTEM SELULAR

Arsitektur jaringan seluler terdiri dari perangkat yang saling mendukung antara lain :

a. Base Stasion System (BSS), terdiri dari tiga perangkat yaitu :

1. Mobile Stasion (MS), perangkat yang digunakan oleh pelanggan untuk dapat memperoleh layanan komunikasi bergerak. MS dilengkapi dengan sebuah smartcard yang dikenal dengan SIM (Subscriber Identity Module) yang berisi nomor identitas pelanggan.

2. Base Station Controller (BSC), membawahi beberapa BTS dan mengatur trafik yang datang dan pergi dari BSC menuju MSC atau BTS.

3. Base Transceiver Station (BTS), perangkat pemancar dan penerima yang memberikan pelayanan radio kepada mobile station (MS).

4. TrancoderController (TRC), berfungsi untuk mengubah data atau suara keluaran dari MSC (64 Kbps) menjadi 16 Kbps untuk efisiensi kanal transmisi.

b. Network Switching System (NSS)

NSS berfungsi sebagai switching pada jaringan seluler, memanajemen jaringan, sebagai interface dengan jaringan lainnya. Komponen NSS terdiri dari :

1. Mobile Switching Center (MSC), merupakan unit pusat pada NSS yang mengontrol trafik semua BSC.

2. Home Location Register (HLR), database yang digunakan untuk menyimpan dan data pelanggan.

3. Authentication Center (AuC), unit ini menyediakan parameter autentikasi dan encryption yang memeriksa identitas pemakai dan memastikan kemantapan dari setiap call.

4. Visitor Location Register (VLR), VLR merupakan database yang memiliki informasi pelanggan sementara yang diperlukan oleh MSC untuk melayani pelanggan yang berkunjung dari area lain.

c. Operation and Support System (OSS)

OSS adalah gabungan dari OMC (Operation Maintenance Centers). OSS memiliki tiga fungsi utama, yaitu:

1) memelihara semua perangkat telekomunikasi dan operasi jaringan,

2) memanajemen semua prosedur billing,

3) memanajemen semua perangkat mobile dalam sistem.

Frekuensi Reuse dan Konsep Sel

Terbatasnya spektrum frekuensi yang dapat digunakan pada system komunikasi bergerak menyebabkan penggunaan spektrum frekuensi tersebut harus seefisien mungkin. Oleh karena itu diterapkan konsep frekuensi reuse yaitu penggunaan kembali frekuensi yang sama pada suatu sel dengan radius R pada jarak tertentu D, seperti yang terlihat pada gambar berikut.

NSS berfungsi sebagai switching pada jaringan seluler, memanajemen jaringan, sebagai interface dengan jaringan lainnya. Komponen NSS terdiri dari :

1. Mobile Switching Center (MSC), merupakan unit pusat pada NSS yang mengontrol trafik semua BSC.

2. Home Location Register (HLR), database yang digunakan untuk menyimpan dan data pelanggan.

3. Authentication Center (AuC), unit ini menyediakan parameter autentikasi dan encryption yang memeriksa identitas pemakai dan memastikan kemantapan dari setiap call.

4. Visitor Location Register (VLR), VLR merupakan database yang memiliki informasi pelanggan sementara yang diperlukan oleh MSC untuk melayani pelanggan yang berkunjung dari area lain.

c. Operation and Support System (OSS)

OSS adalah gabungan dari OMC (Operation Maintenance Centers). OSS memiliki tiga fungsi utama, yaitu:

1) memelihara semua perangkat telekomunikasi dan operasi jaringan,

2) memanajemen semua prosedur billing,

3) memanajemen semua perangkat mobile dalam sistem.


Sel merupakan suatu daerah geografis yang dilayani oleh sekelompok kanal tertentu. Konsep sel pada GSM mengacu pada konsep sel sistem komunikasi bergerak seluler pada umumnya. Ada tiga macam struktur sel pada GSM, yang dibedakan berdasar pada ukuran dan keadaan trafik yang dilayani, yaitu: Sel Makro (Macro Cell), cakupan hingga 30 km; Sel Mikro (Micro Cell), cakupan hingga 1 km; Sel Piko (Pico Cell), cakupan hingga 100 m.

Semoga dapat menambah ilmu anda ( Marzuki)

IBC (Indoor Building Coverage)

IBC adalah singkatan dari Indoor Building Coverage atau juga biasa disebut Indoor Building Solution. Tujuan pembangunan IBC adalah untuk memperbaiki kualitas sinyal dan trafik didalam gedung yang memiliki kualitas sinyal jelek atau memiliki trafik yang sangat padat. Gambar 1 yang berwarna kuning menunjukkan ilustrasi kondisi gedung yang mempunyai kualitas sinyal yang buruk. Realitanya ada area gedung yang memiliki kualitas sinyal seperti ini. Kasus ini sering terjadi di basement dan ground. Hal ini disebabkan karena redaman (loss) oleh bangunan terhadap daya sinyal dari BTS terdekat. Untuk memperbaiki level sinyal yang buruk tersebut diperlukan pembangunan penguat sinyal seperti yang ditunjukkan pada gambar 2.



Gambar 1. Sistem Kondisi sinyal gedung terhadap BTS



Gambar 2. Implementasi IBC

Antenna Indoor
Antenna adalah Suatu perangkat yang berfungsi untuk mengubah gelombang elektromagnetik terbimbing menjadi gelombang elektromagnetik di ruang bebas ataupun sebaliknya. Antenna indoor terdiri dari 2 macam yaitu Omni-directional dan directional (Plannar). Pemilihan antenna pada ruangan disesuaikan dengan kondisi ruangan tersebut. Un ruagan yang melebar disarankan agar menggunakan antenna Omni-directional. Sedangkan untuk ruangan yang berbentuk memanjang seperti lorong disarankan menggunakan antenna Directional. Pola radiasi dari antenna Omni-directional dan Directional ditunjukkan seperti pada gambar 3 dan 4.



Gambar 3. Pola radiasi antenna Omni-directional


Gambar 4. Pola radiasi antenna directional

Combiner
Combiner adalah komponen pasif yang berfungsi untuk menggabungkan dua sinyal radio frekuensi atau lebih yang berbeda mejadi satu keluaran sinyal sesuai dengan band frekuensinya. Ada banyak jenis dan bentuk dari combiner. Jenis jenis combiner antara lain 2 in 1 out, 2 in 2 out, 4 in 1 out, 4 in 2 out, 4 in 4 out, 8 in 2 out, 8 in 4 out, 10 in 1 out, 10 in 4 out.

Splitter
Splitter adalah suatu komponen pasif yang berfungsi untuk membagi inyal RF menjadi dua, tiga, empat atau lebih sesuai dengan jenis splitter yang digunakan. Dalam penggunaan di IBC, biasanya splitter yang digunakan adalah Splitter 2-Way, 3-Way, dan 4-Way.

Jumper
Jumper adalah komponen yang digunakan untuk menghubungkan antara komponen satu dengan yang lain agar dalam proses instalasi tidak mengalami kesulitan.

Connector
Connector adalah komponen pasif yang digunakan pada ujung kabel feeder agar dapat dihubungkan dengan komponen yang lain. Untuk connector RF terdiri dari 3 jenis yaitu connector N, SMA dan connector DIN. Sedangkan untuk connector FO terdiri dari E2000, MTRJ, MPO, LC, MU, FC, SC, ST.

Kabel Feeder (Coax Cable)
Kabel feeder (Coax Cable) yang di pergunakan di IBC terdiri dari beberapa jenis. Jenis dari kabel feeder ini ada 4, yaitu; 1/2 in, 7/8 in, 1 ¼ in dan 1 5/8 in. Loss kabel dipengaruhi oleh frekuensi yang digunakan.

Master Unit (MU)
MU adalah perangkat menyediakan interface BTS. Setelah sinyal-sinyal yang berbeda digabungkan MU mengubah sinyal radio downlink dari BTS menjadi sinyal optik, dan sebaliknya mengubah sinyal optik menjadi sinyal radio uplink bagi BTS.

Tapper
Tapper adalah passive component yang digunakan untuk membagi satu sinyal menjadi 2 sinyal yang masing-masing portnya memiliki redaman yang berbeda. Beberapa jenis dari tapper adalah tapper 15, tapper 10, tapper 7 dll.

Remote Unit (RU)
Remote Unit (RU) berfungsi untuk berhubungan dengan antenna atau komponen pasif. Fungsi utama RU adalah mengubah sinyal optik menjadi sinyal radio pada bagian downlink, kemudian mengirimkan sinyal RF ke antenna. Unutk sisi uplink sinyal RF akan diubah menjadi sinyal oktik, kemudian di transmisika melalui jaringan serat optic hingga sampai BTS.

About